NEW DELHI, SENIN - Gara-gara menenggak minuman keras paling sedikit sudah 59 orang terkapar mati sepanjang akhir pekan lalu di wilayah India bagian selatan.
Kepala polisi negara bagian Karnataka, Sri Kumar, Senin (19/5) menjelaskan, orang-orang itu tewas akibat mengonsumsi minuman beralkohol yang tercampur zat beracun.
Kasus kematian bermunculan sepanjang Sabtu-Minggu setelah polisi menutup toko-toko penjual minuman keras dan kedai minuman. Penutupan ini biasa dilakukan menjelang pemilihan umum parlemen lokal. Sebab, ini untuk mencegah para pemilih diberi minuman keras supaya memilih calon atau partai tertentu.
Karena tidak ada tempat resmi yang buka, minuman beralkohol buatan rumahan menjadi laris. Praktek pembuatan minuman beralkohol sudah biasa terjadi di kota-kota dan desa-desa India. Nah, kebetulan sebagian minuman itu dibuat secara sembrono, sehingga mematikan.
Akibatnya, sebanyak 27 orang tewas di Bangalore yang merupakan pusat industri teknologi tinggi di India, dan 19 orang lainnya tewas di kota tetangga, Kolar. Korban berikutnya, 13 orang mati di sebuah desa yang dekat dengan perbatasan negara bagian Tamil Nadu.
Kebanyakan korban tersebut adalah buruh miskin. Kumar mengatakan, polisi telah menangkap enam orang penjual minuman maut tersebut. Masih diselidiki jenis zat yang tercampur di minuman keras tersebut. (A----------------------------------------------------------------
Islam dengan tegas mengharamkan minuman beralkohol.Nah gimana menurut ajaran paulus , apakah boleh dan apakah dosanya sudah ditebus oleh oleh yesus asalkan mengakui Yesus adalah Tuhan?






