Captain wrote:11/9-wtc wrote:Hehehehe.... muter lagi dong penjelasan dan pertanyaan gue di atas?

Sebelum gue lanjutkan penjelasan gue, gue mau bertanya terlebih dahulu kepada sampeyan..
Ayat di atas menyebutkan bahwa:
"Dia (Allah Bapa),.....yang sanggup menyelamatkanNya dari maut,..Pertanyaannya begini:
Apakah Allah Bapa Yang Mahakuasa itu tidak sanggup untuk menyelamatkan orang yang sudah mati (dari maut/dari kematian)???
Kalo bisa, dengan dasar apa kemudian sampeyan bisa berkeberatan atas pemahaman orang2 kristen yang mengartikan bahwa Yesus telah mati dan kemudian bangkit!? 
Bukankah dasar alasan orang2 kristen mengatakan itu sudah jelas? bahwa Allah Bapa-lah yang berkuasa melakukan itu.... sementara dasar 'keberatan' sampeyan malah tidak jelas sama sekali.

Allah Bapa sangat-sangat sanggup (maaf, bukan menyelamatkan orang yang sudah mati)........
orang yang belum matilah yang harus di selamatkan dari kematian.......... kalau sudah mati, apanya lagi yang mau diselamatkan..........?
Apakah benar bahwa Allah menyelamatkan manusia dari kematian?... kematian dalam hal yang seperti apa nih?
Captain wrote:Allah Bapa sangat sangat sanggup untuk membangkitkan orang yang telah mati, termasuk membangkitkan Jesus yang telah mati, karena Jesus tidak sanggup bangkit sendiri..........
Dari setadi juga gue menekankan kebangkitan-Nya... yang artinya bahwa Yesus mengalami kematian terlebih dahulu.... gimana sih? kok muter-muter terus..
Captain wrote:Sekali lagi saya tekankan kepada anda bahwa......... SAYA TIDAK MEMPERMASALAHKAN DAN TIDAK KEBERATAN TENTANG KEYAKINAN UMAT KRISTIANI BAHWA JESUS MATI DAN KEMUDIAN DIBANGKITKAN......... TETAPI YANG SAYA MEMPERSOALKAN BAHWA JESUS TIDAK DI SALIB SESUAI DENGAN AYAT-AYAT ALKITAB ITU SENDIRI.......
Anda jangan linglung........ baca kembali judul topik ini dan baca tulisan saya di halaman pertama..........
Saya sudah tampilkan beberapa ayat dari Injil, yang jelas-jelas mengartikan bahwa Jesus tidak di salib...........
Ayat-ayat yang mana nih??
Yang ini yah?
Ibrani 5:7 :
Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Matius 26:39 : (Markus 14:36; Lukas 22:42)
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
Lukas 22:43 :
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadaNya untuk memberi kekuatan kepadaNya.Jawab:
Ibrani 5:7 tidak sama sekali mengindikasikan informasi kalau Yesus tidak mengalami kematian. Malah sebaliknya, ayat tersebut menyatakan bahwa Yesus sungguh2 mengalami kematian tetapi terluput dari Maut (tentunya dengan bukti kebangkitan-Nya kan). Hal itu dapat terlihat dari bunyi kalimat terakhir pada ayat Ibrani itu...
"..., dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan".Terlepas dari maut bukan berarti tidak mati; Sebab "MAUT" yang dimaksudkan dalam konteks Alkitab adalah "KEMATIAN KEKAL"
Untuk dapat dimengerti, baiklah sampeyan perhatikan perkataan Yesus sendiri mengenai kata "MAUT" berikut ini:
Yoh. 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."Artinya, bukan berarti yang menuruti firman-Nya kebal dari kematian... sebab semua orang PASTI akan mengalami kematian; Begitu juga dengan Yesus Kristus dalam keberadaan-Nya sebagai Manusia 100%.... mati tapi kemudian BANGKIT sebagai Tuhan, Allah bagi manusia-manusia lainnya.
Captain wrote:Disinilah logika yang benilai......... bahwa kalau memang anda percaya Allah maha kuasa........
Untuk apa sebenarnya Jesus disalib........?
Untuk menebus dosa manusia.........?
Dosa yang mana dan manusia yang mana dosanya akan ditebus.........?
Dosa yang membawa manusia kepada mati kekal (MAUT).
Captain wrote:Kenapa hanya untuk menebus dosa manusia, Tuhan harus dibunuh..........?
Tidak ada kah cara lain bagi Tuhan untuk menebus dosa manusia sehingga satu-satunya jalan, Tuhan harus mati di tiang salib.........?
Karna yang ditebus itu adalah DOSA yang membawa kepada kematian kekal atas manusia, maka tidak ada cara lain lagi bagi Allah Yang KEKAL untuk pembebasannya (manusia) melalui ke-KEKAL-lan-Nya... yakni Firman-Nya yang menjelma sebagai Manusia untuk menjadi korban tebusan (Anak Domba Allah).
Captain wrote:Bapa begitu mengasihi anaknya yang tunggal........ begitu tega kah Bapa membunuh anakNya.........?
Allah yang begitu Maha Kuasa, Kuasa akan segala-galanya........ begitu besarkah persoalan dosa itu bagi Allah sehingga untuk menyelamatkan manusia dari maut........ Tuhan harus mati dibunuh..........?
Kalau begitu, sampeyan belum memahami dengan benar-benar akan eksistensi-Nya sebagai Yang Maha-Maha itu..
Ke-MAHA-an-Nya itu tidak akan digunakan-Nya dalam kesewenang-wenangan... ada aturan2 dan hukum2-Nya sendiri yang telah Dia tetapkan dan yang tidak mungkin Dia akan melanggar-Nya.
Bukan soal tega atau tidak tega, tetapi demi Kebenaran dan Kemuliaan Nama-Nya yang Besar Dia memberikan Anak-Nya, yaitu Firman-Nya yang telah menjadi Manusia sebagai korban tebusan dosa yang telah dilakukan oleh manusia (Adam-Hawa).
Sebagai tambahn untuk direnungkan:
Kalau saja...
Abraham/Ibrahim mau/mampu MENGORBANKAN anak (Ishak) satu-satunya dari seorang istrinya yang mandul dan yang sudah tua demi ketundukkannya kepada Allah, Masakan Allah tidak mau/mampu melakukan hal yang sama (bahkan lebih lagi) demi ciptaan yang dikasihi dan dimuliakanNya?
Captain wrote:KALAU ANDA MENJAWAB PERTANYAAN TERSEBUT DIATAS DENGAN MEMAKAI LOGIKA DAN AKAL SEHAT ANDA........ ANDA PASTI MENGAKUI JUGA BAHWA JESUS BENAR TIDAK DISALIB............ SEBALIKNYA......... KALAU ANDA MENJAWAB PERTANYAAN TERSEBUT DENGAN PAHAM DOGMATIS, ANDA PASTI MEMBENARKAN BAHWA JESUS MATI DI SALIB...........
Disanalah seharusnya sampeyan tempatkan logika sampeyan untuk memahami eksistensi Tuhan, Allah Yang MAHA-MAHA tersebut sehingga sampeyan akan mengaminkan bahwa Yesus Kristus lebih dari sekedar peristiwa yang di alami oleh Abraham/Ibrahin dan Ishak... sebab Dia (Yesus Kristus) adalah Tuhan, Allah bagi semua.