Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru
MISQUOTING JESUS
Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru
Bert D. Ehrman
GM 20406053; ISBN 979-22-2367-3; Rp120.000
*hard cover*
Kalau selama ini Anda sangat meyakini Kitab Suci sebagai Wahyu Allah, atau lebih
ekstrem lagi diberikan oleh Allah, dan mendasarkan seluruh iman Anda pada Kitab
Suci, buku ini akan membuat Anda lebih kritis terhadap Kitab Suci dan bisa jadi
mampu menggoyahkan keyakinan Anda yang sudah mengakar bertahun-tahun. Kalau Anda
orang Kristen, Anda harus bersiap diri untuk banyak hal tak terduga, yang jauh
di luar bayangan dan keyakinan Anda. Namun demikian, Anda wajib membaca buku ini
untuk lebih mematangkan dan mendewasakan iman Anda.
Pada tahun 1707, John Mill, mengumpulkan sekitar 100 manuskrip
Perjanjian Baru berbahasa Yunani dari berbagai wilayah. Dari hasil kerja
kerasnya selama 30 tahun, para pembaca akan terkaget-kaget melihat sedikitnya
30.000 perbedaan yang telah Mill temukan. Dan kritik keras pun sebenarnya telah
dilontarkan sejak abad kedua oleh Celsus, yang dicap kafir, yang menyatakan
bahwa orang Kristen mengubah-ubah naskah sekehendak hati, seperti orang mabuk
yang baru pulang dari lomba minum.
Pada tahun 1689, Richard Simon menerbitkan hasil studinya atas tradisi naskah
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam buku berjudul Sejarah Kritik Naskah
Perjanjian Baru, yang antara lain menyatakan:
"apakah mungkin... kalau Allah memberikan kepada umat-Nya Buku-buku sebagai
Aturan untuk melayani Dia, tetapi Dia pada saat yang sama membiarkan naskah yang
pertama dan asli dari Buku-buku itu hilang sejak awal berdirinya Agama Kristen?"
Karena di zaman berdiri dan berkembangnya agama Kristen belum
ada mesin cetak untuk memproduksi sebuah naskah, maka setiap orang atau
komunitas kristiani yang membutuhkannya melakukan penyalinan. Salinan demi
salinan Kitab Suci menimbulkan perbedaan, sebagian barangkali tidak disengaja,
tapi sebagian besar dilakukan dengan sengaja, dengan motivasi dan tujuan
tertentu.
Perdebatan mengenai keotentikan naskah kitab suci memang sudah
berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun, dan dalam buku ini Bart Ehrman akan
menunjukkan kepada kita siapa-siapa yang mengubah teks-teks (mengubah kata,
kalimat, bahkan menambahkan atau mengurangi sebuah cerita) Kitab Suci; contoh
bagian-bagian mana yang telah diubah; dan mengapa mereka melakukan pengubahan
itu.
Pertanyaannya: kalau Kitab Suci diubah-ubah oleh banyak tangan, dari waktu ke
waktu, dari generasi ke generasi, dari satu wilayah ke wilayah lain, apakah
kata-kata yang tertulis di dalamnya sungguh-sungguh merupakan Sabda Allah? Kalau
bukan, lantas bagaimana iman kita yang selama ini didasarkan pada Kitab Suci?
Hasil studi dan temuannya dipaparkan dengan sangat gamblang, dengan bahasa yang
mudah kita cerna, sekalipun kita masih awam dalam studi kitab suci.
http://www.bukukita.com/infodetailbuku.php?idBook=1886