[Forum] [Blog]

Komik Muhammad & Hafsah

Semua jawaban tentang muhammad dari forum faithfreedom.org

Moderator: Forum Control

Postby maafkan » 2008 12 02, 2:26

F-22 Tamu wrote:
Sdr F-22,
Bukankah di Page satu sudah dijelaskan siapa Waqidi ?
baiklah ini aku postingkan ulang :

Atas dasar apa tulisan Wagidi diragukan? Kalo soal ragu-meragukan banyak koq muslim yg saling meragukan. Anda tahu banyak muslim yg meragukan sebagian dr hadits shahih bukhari? Banyak koq muslim yg mengatakan sebagian hadits bukhari itu dhoif.


Imam Syafi'i yang hidup sejaman dengan Waqidi, Imam Syafi'i yang mengatakan bahwa Tulisan Waqidi adalah tumpukan kebohongan.

Name: Abu `Abdillah Muhammad Ibn Omar Ibn Waqid al al-Aslami
Title: Al-Waqidi
Birth: 748
Death: 822

Name: Muhammad ibn Idris ash-Shafi`i
Title: Imam al-Shafi'i
Birth: 767
Death: 820

disini linknya :
http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Waqidi



F-22 Tamu wrote:Mbak maafkan, terus terang soal moral muhammad ini menjadi pertanyaan besar buat saya. Ambil contoh soal maria ini. Muhammad mempunyai bini banyak.


Moral yang mana Bung ?
Menggauli Budak ?

kan diatas sudah saya postingkan:

Kitab suci Islam : Budak halal bagi tuannya.
Kitab suci Kristen : Budak halal bagi tuannya.

Silahkan lihat kitab Suci anda : anak - anak Yakub yang 12 , ( yang menurunkan 12 suku Bani Israel ), lahir dari Budak perempuan Yakub, atau lahir dari istrinya ?

Perihal Istri Muhammad yang banyak, saya ambil contoh satu kasus yang ini :

Muslim :: Book 9 : Hadith 3507 wrote:

Hadis riwayat Umar bin Khathab ra.:
Ketika Nabi saw. tidak menggauli istri-istrinya, beliau berkata: Aku memasuki mesjid, lalu aku melihat orang-orang memukulkan tanah dengan batu-batu kerikil sambil berkata: Rasulullah saw. telah menceraikan istri-istrinya.

Hal itu terjadi sebelum para istri nabi diperintahkan memakai hijab. Umar berkata: Aku berkata: Aku harus mengetahui kejadian sebenarnya hari ini! Maka aku mendatangi Aisyah ra.

dan bertanya: Wahai putri Abu Bakar, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.?

Aisyah ra. menjawab: Apa urusanmu denganku, wahai putra Khathab! Nasihatilah putrimu sendiri!

Maka setelah itu aku langsung menemui Hafshah binti Umar dan aku katakan kepadanya: Wahai Hafshah, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.?

[size=24]Demi Allah, sesungguhnya kamu tahu bahwa Rasulullah saw. tidak menyukaimu. Seandainya bukan karena aku, niscaya Rasulullah saw. sudah menceraikanmu. Maka menangislah Hafshah sekuat-kuatnya.


Aku bertanya: Di manakah Rasulullah saw. sekarang berada?
Ia menjawab: Di tempatnya di kamar atas. Aku segera masuk, namun ternyata di sana telah berada Rabah, pelayan Rasulullah saw. yang sedang duduk di ambang pintu kamar atas sambil menggantungkan kedua kakinya pada tangga kayu yang digunakan Rasulullah untuk naik-turun.

................[/size]


Sdr. F-22,
Pernikahan Muhammad dengan Hafsah bukan hanya didasari nafsu semata, tetapi banyak pertibamngan lainnya, misalnya Unsur Politis, yaitu untuk mempererat persahabatan dengan Umar.

Istri-istri Rosul adalah juga simbol / rekonsiliasi kekuatan-kekuatan yang ada waktu itu.

Contoh istri Rosul lainnya : Ummu Habibah adalah anak Abu Sopyan, dedengkot / petinggi kafir Quraisy.


F-22 Tamu wrote:Bahkan dlm hadits pun dikatakan kalo muhammad mempunyai kekuatan (libido) setara dg 30 laki2. Dan maria pun adalah seorang perempuan yg cantik jelita.


Yup, kalo baca hadits tetg kekuatan sex , tolong juga baca hadits ini :

Bukhari :: Book 1 :: Volume 6 :: Hadith 299

Narrated 'Abdur-Rahman bin Al-Aswad:
(on the authority of his father) 'Aisha said: "Whenever Allah's Apostle wanted to fondle anyone of us during her periods (menses), he used to order her to put on an Izar and start fondling her." 'Aisha added, "None of you could control his sexual desires as the Prophet could."

Tidak ada seorangpun yang dapat mengendalikan hasrat sex-nya seperti halnya Muhammad mengendalikan.

F-22 Tamu wrote:Mnrt anda, kenapa tidak mungkin muhammad menggauli maria krn alasan nafsu sex semata?


Kita main di tataran logika saja :

Bila seorang laki-laki yang menggauli wanita hanya untuk urusan sex semata, apakah si laki-laki senang bila mendengar pasangannya hamil ?

jawaban : Tidak, si laki-laki akan lari kabur atau minta pasangannya untuk menggugurkan kandungannya.


Apa yang terjadi dengan Rosul ?

Ketika Maria Hamil dan melahirkan, Rosul sangat senang atas kelahiran putranya ( Ibrahim bin Muhammad).


Apa yang terjadi dengan Maria setelah Rosul Wafat ?

Maria, yang dulu beragama Kristen, makin khusuk/mengkhususkan diri dalam sholat / Ibadahnya, hingga wafatnya di Madinah.

Bila Maria merasakan bahwa perlakuan Rosul ada yang tidak pantas, pastilah dia makin kuat dalam memegang teguh agamanya ( kristen), tidak berpindah menjadi muslimat.

Bila Maria merasakan bahwa Rosul bukanlah suami yang baik, setelah Rosul wafat, tentu dia akan memilih kembali ke Mesir. ( Maria adalah wanita terhormat di kalangan Istana Raja Mauquqis(kerajaan Mesir) , yang kemudian oleh Mauquqis di berikan kepada Muhammad sebagai hadiah).

Demikian ,
semoga bisa dimengerti.
User avatar
maafkan
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1025
Joined: 2007 11 01, 4:50
Location: SEKOLAH RAKYAT

Postby Panzerfausted » 2008 12 02, 2:54

Nurul wrote:Tuan,

Tolong menengadah ke atas:


si eneng aneh juga, mana ada menengadah ke bawah? :grin:
Tiada gunanya berdebat berlarut-larut tentang masalah agama dan ketuhanan dengan orang-orang yang bersikeras menganggap Allah SWT adalah tokoh fiktif ciptaan Muhammad.
Panzerfausted
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1441
Joined: 2007 11 12, 8:51

Postby Panzerfausted » 2008 12 02, 3:00

maafkan wrote:
F-22 Tamu wrote:Bahkan dlm hadits pun dikatakan kalo muhammad mempunyai kekuatan (libido) setara dg 30 laki2. Dan maria pun adalah seorang perempuan yg cantik jelita.


Yup, kalo baca hadits tetg kekuatan sex , tolong juga baca hadits ini :

Bukhari :: Book 1 :: Volume 6 :: Hadith 299

Narrated 'Abdur-Rahman bin Al-Aswad:
(on the authority of his father) 'Aisha said: "Whenever Allah's Apostle wanted to fondle anyone of us during her periods (menses), he used to order her to put on an Izar and start fondling her." 'Aisha added, "None of you could control his sexual desires as the Prophet could."

Tidak ada seorangpun yang dapat mengendalikan hasrat sex-nya seperti halnya Muhammad mengendalikan.


Gw jadi ingat film apa tuh yg ngomong: semakin gede power yg lu pny maka harus semakin gede juga control yg lu miliki.

Bahasa gampang buat f-22: Lu tau kan mobil Ferarri itu mesinnya bisa pny power sampe 700 tenaga kuda, nah tuh mobil tentunya dilengkapi juga dengan rem ABS yg pakem dan traction control yg paten pny supaya pas digas dalem2 bannya gak melintir. Selain rem juga pasti ada tambahan spoiler, etc supaya pantatnya gak melayang pas ngebut.

Gw pake bahasa mesin aja deh supaya si lae ini pny bayangan. :grin:
Tiada gunanya berdebat berlarut-larut tentang masalah agama dan ketuhanan dengan orang-orang yang bersikeras menganggap Allah SWT adalah tokoh fiktif ciptaan Muhammad.
Panzerfausted
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1441
Joined: 2007 11 12, 8:51

Postby F-22 Tamu » 2008 12 02, 6:42

F-22 Tamu wrote:Bahkan dlm hadits pun dikatakan kalo muhammad mempunyai kekuatan (libido) setara dg 30 laki2. Dan maria pun adalah seorang perempuan yg cantik jelita.

Yup, kalo baca hadits tetg kekuatan sex , tolong juga baca hadits ini :
Bukhari :: Book 1 :: Volume 6 :: Hadith 299
Narrated 'Abdur-Rahman bin Al-Aswad:
(on the authority of his father) 'Aisha said: "Whenever Allah's Apostle wanted to fondle anyone of us during her periods (menses), he used to order her to put on an Izar and start fondling her." 'Aisha added, "None of you could control his sexual desires as the Prophet could."
Tidak ada seorangpun yang dapat mengendalikan hasrat sex-nya seperti halnya Muhammad mengendalikan.

Wah vocab gw kalo berhubungan dg sex emang agak terbatas, tolong anda terjemahkan ke bhs indo dulu. Kalo ga salah translate waktu muhammad mau ngesex dg istrinya yg lagi haid, muhammad meminta istrinya memakai izar dulu. Izar itu apa ya?

Masa seh cuma segini aja terus anda katakan kalo muhammad paling hebat pengendalian sex-nya? :grin:
F-22 Tamu wrote:Mnrt anda, kenapa tidak mungkin muhammad menggauli maria krn alasan nafsu sex semata?

Kita main di tataran logika saja :
Bila seorang laki-laki yang menggauli wanita hanya untuk urusan sex semata, apakah si laki-laki senang bila mendengar pasangannya hamil ?
jawaban : Tidak, si laki-laki akan lari kabur atau minta pasangannya untuk menggugurkan kandungannya.
Apa yang terjadi dengan Rosul ?
Ketika Maria Hamil dan melahirkan, Rosul sangat senang atas kelahiran putranya ( Ibrahim bin Muhammad).
Apa yang terjadi dengan Maria setelah Rosul Wafat ?
Maria, yang dulu beragama Kristen, makin khusuk/mengkhususkan diri dalam sholat / Ibadahnya, hingga wafatnya di Madinah.
Bila Maria merasakan bahwa perlakuan Rosul ada yang tidak pantas, pastilah dia makin kuat dalam memegang teguh agamanya ( kristen), tidak berpindah menjadi muslimat.
Bila Maria merasakan bahwa Rosul bukanlah suami yang baik, setelah Rosul wafat, tentu dia akan memilih kembali ke Mesir. ( Maria adalah wanita terhormat di kalangan Istana Raja Mauquqis(kerajaan Mesir) , yang kemudian oleh Mauquqis di berikan kepada Muhammad sebagai hadiah).

Mbak maafkan, yg saya tanyakan bukan ttg kejadian setelah maria digauli oleh muhammad. Yang saya tanyakan adalah pd waktu maria digauli oleh muhammad di ranjang hafsah yg kemudian di-gap oleh hafsah yg membuatnya marah, saat itu apakah motivasi muhammad waktu menggauli maria?

Spy anda mengerti, baiklah saya akan membuat sedikit gambaran. Anda seorang wanita bukan? Misalnya anda sudah bersuami & di rumah anda mempunyai seorang pembantu yg cantik jelita & sexy. Suatu saat anda memergoki suami anda sedang bergumul dg pembantu anda tsb dlm keadaan telanjang bulat di ranjang pengantin anda. PADA SAAT ITU apa yg ada dlm pikiran anda ttg suami anda itu?

Yah mungkin saja setelah kejadian itu kemudian pembantu anda hamil & suami anda kemudian mengambilnya menjadi istri kedua. Dan suami anda menjadi sangat sayang dg istri barunya ini krn memang dia cantik jelita, bahkan lebih cantik dari anda. Dan juga suami anda juga sangat sayang dg anak yg dilahirkan oleh istri barunya ini.

Yah itu semua memang mungkin saja, tapi pertanyaan saya adalah waktu muhammad menggauli maria di ranjang hafsah, SAAT ITU apa motivasi muhammad?
Yesus membangkitkan orang mati.
Muhammad mematikan orang hidup.
F-22 Tamu
Suka
Suka
 
Posts: 230
Joined: 2008 09 02, 8:59

Postby doni » 2008 12 02, 10:04

Mbak maafkan, yg saya tanyakan bukan ttg kejadian setelah maria digauli oleh muhammad. Yang saya tanyakan adalah pd waktu maria digauli oleh muhammad di ranjang hafsah yg kemudian di-gap oleh hafsah yg membuatnya marah, saat itu apakah motivasi muhammad waktu menggauli maria?

Spy anda mengerti, baiklah saya akan membuat sedikit gambaran. Anda seorang wanita bukan? Misalnya anda sudah bersuami & di rumah anda mempunyai seorang pembantu yg cantik jelita & sexy. Suatu saat anda memergoki suami anda sedang bergumul dg pembantu anda tsb dlm keadaan telanjang bulat di ranjang pengantin anda. PADA SAAT ITU apa yg ada dlm pikiran anda ttg suami anda itu?

Yah mungkin saja setelah kejadian itu kemudian pembantu anda hamil & suami anda kemudian mengambilnya menjadi istri kedua. Dan suami anda menjadi sangat sayang dg istri barunya ini krn memang dia cantik jelita, bahkan lebih cantik dari anda. Dan juga suami anda juga sangat sayang dg anak yg dilahirkan oleh istri barunya ini.

Yah itu semua memang mungkin saja, tapi pertanyaan saya adalah waktu muhammad menggauli maria di ranjang hafsah, SAAT ITU apa motivasi muhammad?
Sebelumnya saya mau nanya ,apa sih perbedaan antara BUDAK dan PEMBANTU,logika anda ngawur sekali. oke gue bahas yang ini

Yah itu semua memang mungkin saja, tapi pertanyaan saya adalah waktu muhammad menggauli maria di ranjang hafsah, SAAT ITU apa motivasi muhammad?
ente tau kagak menggauli,itu bercanda dan bersenda gurau. ingat mas dalam Quran kalimat menggauli itu bukan aktivitas seks,lantas aoakah ayat ini bermain seks juga



[surah luqman] [14] Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

[15] Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

pliss para kafir kagak tau arti pergauli,makanya pikirannya seks melulu

:grin:
doni
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1407
Joined: 2007 11 24, 11:18

Postby Fath09 » 2008 12 02, 10:09

@F-22 T

Izar itu apa ya?


izar = sarung
TQS Al-Fath [48] 1: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata"

:arrow: Thread buat anak medan::
:arrow: Friendster / Facebook: retak@band.name

Image
User avatar
Fath09
Suka
Suka
 
Posts: 248
Joined: 2008 08 27, 8:57
Location: in your heart...

Re: ade ganjalan

Postby maafkan » 2008 12 03, 12:59

kagakmurtad wrote:mbak Ken, gue ade sedikit ganjalan nih, mohon maap kalo gue salah ngarti :

1. alasan nyang paling utame soal nabi gue ngurung diri entu sebenernye apaan sih?
2. selame Beliau ngurung diri pegimane soal sholat 5 waktu nyang kudu di-iman-i ame Beliau, termasuk sholat Jum'atnye ?

makasih sebelonnye, moon maap gue agak oon...

kagakmurtad wrote:mbak Ken, gue ade sedikit ganjalan nih, mohon maap kalo gue salah ngarti :

1. alasan nyang paling utame soal nabi gue ngurung diri entu sebenernye apaan sih?
2. selame Beliau ngurung diri pegimane soal sholat 5 waktu nyang kudu di-iman-i ame Beliau, termasuk sholat Jum'atnye ?

makasih sebelonnye, moon maap gue agak oon...


Mohon maaf nye...
baru bisa respon sekarang.

Kalo menurut hadits dibawah :


Muslim :: Book 9 : Hadith 3507


Hadis riwayat Umar bin Khathab ra.:
Ketika Nabi saw. tidak menggauli istri-istrinya, beliau berkata: Aku memasuki mesjid, lalu aku melihat orang-orang memukulkan tanah dengan batu-batu kerikil sambil berkata: Rasulullah saw. telah menceraikan istri-istrinya.

Hal itu terjadi sebelum para istri nabi diperintahkan memakai hijab. Umar berkata:

[size=24]Aku berkata: Aku harus mengetahui kejadian sebenarnya hari ini! Maka aku mendatangi Aisyah ra.


dan bertanya: Wahai putri Abu Bakar, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.?

Aisyah ra. menjawab: Apa urusanmu denganku, wahai putra Khathab! Nasihatilah putrimu sendiri!

Maka setelah itu aku langsung menemui Hafshah binti Umar dan aku katakan kepadanya: Wahai Hafshah, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.?

Demi Allah, sesungguhnya kamu tahu bahwa Rasulullah saw. tidak menyukaimu. Seandainya bukan karena aku, niscaya Rasulullah saw. sudah menceraikanmu. Maka menangislah Hafshah sekuat-kuatnya.

Aku bertanya: Di manakah Rasulullah saw. sekarang berada?
Ia menjawab: Di tempatnya di kamar atas. Aku segera masuk, namun ternyata di sana telah berada Rabah, pelayan Rasulullah saw. yang sedang duduk di ambang pintu kamar atas sambil menggantungkan kedua kakinya pada tangga kayu yang digunakan Rasulullah untuk naik-turun.

Lalu aku berseru memanggil: Wahai Rabah, mintakan izin untukku menemui Rasulullah saw.!
Kemudian Rabah memandang ke arah kamar Rasulullah saw. lalu memandangku tanpa berkata apa-apa.

Aku berkata lagi: Wahai Rabah, mintakan izin untukku menemui Rasulullah saw.! Sekali lagi ia hanya memandang ke arah kamar Rasulullah kemudian ke arahku tanpa berkata apa-apa.
Akhirnya aku mengangkat suara dan berseru: Wahai Rabah, mintakan aku izin untuk menemui Rasulullah! Aku mengira Rasulullah menyangka aku datang demi kepentingan Hafshah.
Demi Allah, kalau beliau menyuruhku untuk memukul lehernya maka segera akan aku laksanakan perintah beliau itu. Kemudian aku keraskan lagi suaraku, dan akhirnya Rabah memberikan isyarat kepadaku supaya menaiki tangga.

Aku lalu segera masuk menemui Rasulullah saw. yang sedang berbaring di atas sebuah tikar. Aku duduk di dekatnya lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak ada sesuatu lain yang menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah meninggalkan bekas di tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar kamar beliau. Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat satu sha‘ dan daun penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai kulit binatang yang belum sempurna disamak.

Seketika kedua mataku meneteskan air mata tanpa dapat kutahan. Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu menangis, wahai putra Khathab?

Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar (raja Romawi) dan kisra (raja Persia) bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau adalah utusan Allah dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini.

Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khathab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? Aku menjawab: Tentu saja aku rela. Umar berkata: Ketika aku pertama kali masuk, aku melihat kemarahan di wajah beliau. Lalu aku tanyakan kepada beliau: Wahai Rasulullah, apakah yang menyusahkanmu dari urusan istri-istrimu? Jika engkau ceraikan mereka, maka sesungguhnya Allah dan seluruh malaikat-Nya akan tetap bersama engkau begitu juga Jibril, Mikail, aku dan Abu Bakar serta segenap orang-orang mukmin pun juga tetap bersamamu. Sambil mengucapkan kata-kata itu aku selalu memuji Allah dan berharap semoga Allah membenarkan ucapan yang aku lontarkan tadi.

Kemudian turunlah ayat takhyir (memberikan pilihan) berikut ini: Jika Nabi saw. menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu. Jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik, dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya (pula).

Pada saat itu Aisyah ra. dan Hafshah telah bersekongkol terhadap istri-istri Nabi saw. yang lainnya.
Aku katakan kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, apakah engkau telah menceraikan mereka?
Beliau menjawab: Tidak.

Kemudian aku jelaskan kepada beliau, bahwa sewaktu aku memasuki mesjid, aku melihat kaum muslimin memukul-mukulkan batu kerikil ke tanah sambil berkata bahwa Rasulullah saw. telah menceraikan istri-istrinya. Apakah perlu aku turun untuk memberitahukan mereka bahwa sebenarnya engkau tidak menceraikan istri-istrimu.

Beliau bersabda: Boleh, kalau memang kamu ingin.
Aku masih tetap berbicara dengan beliau sampai akhirnya aku melihat beliau benar-benar reda dari kemarahannya. Bahkan beliau sudah dapat tersenyum dan tertawa. Dan Rasulullah saw. adalah orang yang paling indah gigi serinya. Kemudian Rasulullah turun dan aku pun ikut turun. Aku turun terlebih dahulu lalu aku pegang erat-erat batang pohon yang digunakan tangga tersebut dan Rasulullah pun turun seakan-akan beliau jalan di atas tanah dan tidak memegang apapun dengan tangannya.

Aku berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau berada di dalam kamar itu selama dua puluh sembilan hari. Beliau

bersabda: Sesungguhnya sebulan itu ada yang dua puluh sembilan hari. Lalu aku berdiri di pintu mesjid sambil berseru dengan suara sekeras-kerasnya: Rasulullah saw. tidak menceraikan istri-istrinya.

Kemudian turunlah ayat: Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Dan akulah orang yang ingin mengetahui perkara itu. Maka Allah Taala lalu menurunkan ayat takhyir.[/size]




1. Rosul mengasingkan diri dari istrinya, masih dirumahnya sendiri, bukan pergi jauh. Kita tahu rumah Rosul disamping masjid bahkan nyambung dengan masjid.

2. Pengertian Rosul mengasingkan diri disini adalah tidak mengunjungi istri-istrinya, bukan menghentikan aktivifitas sholat / Ibadah Beliau.

3. Dari kalimat yang saya HUGE dari hadits diatas:
Aku ( Umar) berkata: Aku harus mengetahui kejadian sebenarnya hari ini! Maka aku mendatangi Aisyah ra.

Itu berarti bahwa selama hampir sebulan, kejadian bahwa Rosul yang tidak mengunjungi istrinya ini baru hari ke 29 Umar tahu/sadar.

4. Yang lebih jelas lagi adalah : tidak ada satu hadits-pun yang meriwayatkan bahwa Nabi pernah meninggalkan sholat.

5. Kita juga tahu betapa konsennya Rosul terhadap Sholat Jama'ah, bahkan pada hari menjelang wafatnya. Ketika Rosul memaksakan diri bangkit untuk sholat jama'ah ke masjid tetapi badannya tidak sanggup sehingga pingsan beberapa kali.


begitu yang saya pahami Bang Kagak Murtad,
mohon maaf,
semoga bisa membantu.

salam
User avatar
maafkan
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1025
Joined: 2007 11 01, 4:50
Location: SEKOLAH RAKYAT

Postby maafkan » 2008 12 03, 1:55

Sebelumnya terima kasih kepada Sdr Doni dan Sdr Fath, atas tambahannya.


F-22 Tamu wrote:
kalo berhubungan dg sex emang agak terbatas, tolong anda terjemahkan ke bhs indo dulu. Kalo ga salah translate waktu muhammad mau ngesex dg istrinya yg lagi haid, muhammad meminta istrinya memakai izar dulu. Izar itu apa ya?

Masa seh cuma segini aja terus anda katakan kalo muhammad paling hebat pengendalian sex-nya? :grin:


Anda bisa menerima hadits yang menjelaskan bahwa Rosul diberi kekuatan sex setara 30 laki-laki ( maaf bukan karena minum viagra dll).

tetapi;

Anda tidak bisa menerima hadits yang menjelaskan bahwa Rosul orang yang paling mampu mengendalikan hasrat sexnya.

tapi , nggak apa-apa, itu hak anda sebagi umat kristen, bukankah umat kristen diharamkan mengimani Muhammad sebagai Nabi ?.

perihal Izar silahkan lihat topik di link ini :
http://answering-ff.org/forum/viewtopic.php?t=2760


F-22 Tamu wrote:Mbak maafkan, yg saya tanyakan bukan ttg kejadian setelah maria digauli oleh muhammad. Yang saya tanyakan adalah pd waktu maria digauli oleh muhammad di ranjang hafsah yg kemudian di-gap oleh hafsah yg membuatnya marah, saat itu apakah motivasi muhammad waktu menggauli maria?


Pertama, saya perlu mgnulang posting saya dihalaman 3 :

http://www.qurancomplex.org/Quran/tafse ... Aya=1#66_1

وقال الهيثم بن كُلَيب في مسنده: حدثنا أبو قِلابة عبد الملك بن محمد الرقاشي، حدثنا مسلم بن إبراهيم، حدثنا جرير بن حازم، عن أيوب، عن نافع، عن ابن عمر، عن عمر قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم لحفصة: "لا تخبري أحدًا، وإن أم إبراهيم عليَّ حرام". فقالت: أتحرم ما أحل الله لك؟ قال: "فوالله لا أقربها". قال: فلم يقربها حتى أخبرت عائشة. قال فأنـزل الله: (قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ )

وهذا إسناد صحيح، ولم يخرجه أحد من أصحاب الكتب الستة، وقد اختاره الحافظ الضياء المقدسي في كتابه المستخرج


Dari keterangan diatas:( Tidak tertulis dalam 6 Kitab Hadits yang ada )

Rosul : jangan memberi kabar siapapun, sungguh Ibu Ibrahim haram atasku.

Hafsah : Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan ?

Rosul : Demi Allah, aku tidak akan mendekati Ibu Ibrahim, dan dia haram bagiku.

Rosul tidak mendekati Mariyah, hingga akhirnya Hafsah menceritakan kepada Aisyah, Maka turunlah ayat : " Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu "

Dari keterangan diatas dapat dimengerti ;
1. Hafsah justru terkejut dan bertanya:" Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan" ?

2. Rosul menyebut " Ibu Ibrahim" , artinya kisah kejadian ini setelah Mariyah melahirkan putranya ( Ibrahim).

3. Rosul bersumpah: "Demi Allah, aku tidak akan mendekatinya (Mariyah)".

4. Karena Rosul telah bersumpah mengharamkan yang halal, maka Allah menegurnya. (" Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu")

Memawajibkan untuk membebaskan sumpah artinya perintah membatalkan sumpah yang tidak "haq" dengan membayar kafarat atas sumpah yang dibatalkan tsb.

Silahkan baca dalam link yang saya tulis diatas.


Semua istri Rosul tahu dan sadar sepenuhnya bahwa, Budak halal bagi tuannya. Ini tidak berlaku bagi Rosul saja, tetapi juga bagi kaum muslimin maupun kafirin pada waktu itu.

Silahkan lihat yang aku kutipkan kembali diatas: kejadian di rumah Hafsah, adalah setelah Maria melahirkan putra Rosul. ( artinya bukan kali yang pertama Rosul menggauli Maria ). Bisa diketahui bahwa dahulu juga ketika Rosul menggauli Maria para istri Rosul tidak pernah ada masalah.

Sebenarnya Hafsah dan istri Rosul sebelum hari tsb telah menyimpan kekecewaan karena tuntutannya kepada Rosul untuk memberikan Uang belanja lebih, tidak bisa dipenuhi oleh Rosul.



F-22 Tamu wrote:Spy anda mengerti, baiklah saya akan membuat sedikit gambaran. Anda seorang wanita bukan? Misalnya anda sudah bersuami & di rumah anda mempunyai seorang pembantu yg cantik jelita & sexy. Suatu saat anda memergoki suami anda sedang bergumul dg pembantu anda tsb dlm keadaan telanjang bulat di ranjang pengantin anda. PADA SAAT ITU apa yg ada dlm pikiran anda ttg suami anda itu?


Sepertinya permasalahannya ada pada anda sendiri. Anda belum bisa membedakan Budak dengan pembantu.

Maria adalah Budak Rosul, dan budak halal bagi tuannya, artinya Maria halal bagi Rosul.

Apabila seorang suami menyetubuhi pembantu perempuannya ( bukan budaknya), tentu saja seorang istri sangat pantas bila marah, karena si suami telah berbuat dosa yaitu zina.

sepertinya juga anda berpikir bahwa sex itu kebutuhan laki-laki saja. Tentu tidak benar, budak perempuan juga membutuhkannya.

agar anda bisa lebih cepat jelas, saya ambil dari kitab suci anda sendiri :

KEJADIAN PASAL 21

7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.

8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.

9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

(Dalam hal menyetubuhi budakpun tidak boleh kurang frekwensinya, lantaran ada budak baru lagi).


Silahkan lihat ayat 10, apa yang bisa anda simpulkan ?

Kitab suci anda memerintahkan untuk tetap menyetubuhi budak dengan baik seperti semula,tidak menguranginya, sungguhpun tuannya mendapatkan budak perempuan baru lagi.


mohon maaf kepada yang lain terpaksa saya mengulang-ulang posting dari halaman sebelumnya,

F-22 Tamu wrote:Yah mungkin saja setelah kejadian itu kemudian pembantu anda hamil & suami anda kemudian mengambilnya menjadi istri kedua. Dan suami anda menjadi sangat sayang dg istri barunya ini krn memang dia cantik jelita, bahkan lebih cantik dari anda. Dan juga suami anda juga sangat sayang dg anak yg dilahirkan oleh istri barunya ini.

Yah itu semua memang mungkin saja, tapi pertanyaan saya adalah waktu muhammad menggauli maria di ranjang hafsah, SAAT ITU apa motivasi muhammad?


silahkan baca-baca ulang lagi postingan-postingan yang lebih awal, agar saya tidak mengulang-ulang lagi.
User avatar
maafkan
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1025
Joined: 2007 11 01, 4:50
Location: SEKOLAH RAKYAT

Re: ade ganjalan

Postby kagakmurtad » 2008 12 03, 2:45

maafkan wrote:
kagakmurtad wrote:mbak Ken, gue ade sedikit ganjalan nih, mohon maap kalo gue salah ngarti :

1. alasan nyang paling utame soal nabi gue ngurung diri entu sebenernye apaan sih?
2. selame Beliau ngurung diri pegimane soal sholat 5 waktu nyang kudu di-iman-i ame Beliau, termasuk sholat Jum'atnye ?

makasih sebelonnye, moon maap gue agak oon...



1. Rosul mengasingkan diri dari istrinya, masih dirumahnya sendiri, bukan pergi jauh. Kita tahu rumah Rosul disamping masjid bahkan nyambung dengan masjid.

2. Pengertian Rosul mengasingkan diri disini adalah tidak mengunjungi istri-istrinya, bukan menghentikan aktivifitas sholat / Ibadah Beliau.

3. Dari kalimat yang saya HUGE dari hadits diatas:
Aku ( Umar) berkata: Aku harus mengetahui kejadian sebenarnya hari ini! Maka aku mendatangi Aisyah ra.

Itu berarti bahwa selama hampir sebulan, kejadian bahwa Rosul yang tidak mengunjungi istrinya ini baru hari ke 29 Umar tahu/sadar.

4. Yang lebih jelas lagi adalah : tidak ada satu hadits-pun yang meriwayatkan bahwa Nabi pernah meninggalkan sholat.

5. Kita juga tahu betapa konsennya Rosul terhadap Sholat Jama'ah, bahkan pada hari menjelang wafatnya. Ketika Rosul memaksakan diri bangkit untuk sholat jama'ah ke masjid tetapi badannya tidak sanggup sehingga pingsan beberapa kali.


begitu yang saya pahami Bang Kagak Murtad,
mohon maaf,
semoga bisa membantu.

salam


oh ... entu makasutnye. punye bini banyak tapi misik sanggup "ngasingkan diri" ... salute.

oke dah mbak Ken, tengkiu atas keterangannye.
Istiqomah khoirumminal karomah !

Do'ain gue tetep istiqomah ye sodare-2 seiman gue ? Amin
User avatar
kagakmurtad
Suka
Suka
 
Posts: 372
Joined: 2008 04 09, 10:32
Location: no where to hide from the ONE

Postby F-22 Tamu » 2008 12 03, 8:27

maafkan wrote:
F-22 Tamu wrote:Mbak maafkan, yg saya tanyakan bukan ttg kejadian setelah maria digauli oleh muhammad. Yang saya tanyakan adalah pd waktu maria digauli oleh muhammad di ranjang hafsah yg kemudian di-gap oleh hafsah yg membuatnya marah, saat itu apakah motivasi muhammad waktu menggauli maria?

Pertama, saya perlu mgnulang posting saya dihalaman 3 :
http://www.qurancomplex.org/Quran/tafse ... Aya=1#66_1
Dari keterangan diatas:( Tidak tertulis dalam 6 Kitab Hadits yang ada )
Rosul : jangan memberi kabar siapapun, sungguh Ibu Ibrahim haram atasku.
Hafsah : Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan ?
Rosul : Demi Allah, aku tidak akan mendekati Ibu Ibrahim, dan dia haram bagiku.
Rosul tidak mendekati Mariyah, hingga akhirnya Hafsah menceritakan kepada Aisyah, Maka turunlah ayat : " Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu "
Dari keterangan diatas dapat dimengerti ;
1. Hafsah justru terkejut dan bertanya:" Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan" ?
2. Rosul menyebut " Ibu Ibrahim" , artinya kisah kejadian ini setelah Mariyah melahirkan putranya ( Ibrahim).
3. Rosul bersumpah: "Demi Allah, aku tidak akan mendekatinya (Mariyah)".
4. Karena Rosul telah bersumpah mengharamkan yang halal, maka Allah menegurnya. (" Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu")

Memawajibkan untuk membebaskan sumpah artinya perintah membatalkan sumpah yang tidak "haq" dengan membayar kafarat atas sumpah yang dibatalkan tsb.
Silahkan baca dalam link yang saya tulis diatas.

Semua istri Rosul tahu dan sadar sepenuhnya bahwa, Budak halal bagi tuannya. Ini tidak berlaku bagi Rosul saja, tetapi juga bagi kaum muslimin maupun kafirin pada waktu itu.
Silahkan lihat yang aku kutipkan kembali diatas: kejadian di rumah Hafsah, adalah setelah Maria melahirkan putra Rosul. ( artinya bukan kali yang pertama Rosul menggauli Maria ). Bisa diketahui bahwa dahulu juga ketika Rosul menggauli Maria para istri Rosul tidak pernah ada masalah.
Sebenarnya Hafsah dan istri Rosul sebelum hari tsb telah menyimpan kekecewaan karena tuntutannya kepada Rosul untuk memberikan Uang belanja lebih, tidak bisa dipenuhi oleh Rosul.


Anda mengutip dari tafsir? Bgmn dg hadits di bawah ini? Kenapa hafsah ngambek berat ketika muhammad menggauli maria? Tidak tahukah hafsah kalo maria itu "halal" buat digauli muhammad?
Ibn Sa’d menulis:
Abu Bakar menceritakan bahwa sang Rasul (PBUH) telah melakukan hubungan seks dengan Mariyah dirumahnya Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di pintu depan (dibelakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada rasul, O Rasul Allah, kau lakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Rasul berkata, kontrol dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah mengharamkannya utkku. Hafsa berkata, aku tidak terima, kecuali kau bersumpah untuk itu bagiku. Rasul berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya (Mariyah) lagi.
Referensi: Ibn Sa’d, Tabaqat, Vol 8, hal. 195


F-22 Tamu wrote:Spy anda mengerti, baiklah saya akan membuat sedikit gambaran. Anda seorang wanita bukan? Misalnya anda sudah bersuami & di rumah anda mempunyai seorang pembantu yg cantik jelita & sexy. Suatu saat anda memergoki suami anda sedang bergumul dg pembantu anda tsb dlm keadaan telanjang bulat di ranjang pengantin anda. PADA SAAT ITU apa yg ada dlm pikiran anda ttg suami anda itu?

Sepertinya permasalahannya ada pada anda sendiri. Anda belum bisa membedakan Budak dengan pembantu.
Maria adalah Budak Rosul, dan budak halal bagi tuannya, artinya Maria halal bagi Rosul.
Apabila seorang suami menyetubuhi pembantu perempuannya ( bukan budaknya), tentu saja seorang istri sangat pantas bila marah, karena si suami telah berbuat dosa yaitu zina.
sepertinya juga anda berpikir bahwa sex itu kebutuhan laki-laki saja. Tentu tidak benar, budak perempuan juga membutuhkannya.
agar anda bisa lebih cepat jelas, saya ambil dari kitab suci anda sendiri :

KEJADIAN PASAL 21
7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.
10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

(Dalam hal menyetubuhi budakpun tidak boleh kurang frekwensinya, lantaran ada budak baru lagi).


Silahkan lihat ayat 10, apa yang bisa anda simpulkan ?
Kitab suci anda memerintahkan untuk tetap menyetubuhi budak dengan baik seperti semula,tidak menguranginya, sungguhpun tuannya mendapatkan budak perempuan baru lagi.

Revisi buat anda, ayat2 yg anda kutip di atas berasal dr kitab Keluaran, bukan Kejadian. Harap sebelum copas anda recheck dulu. :grin:
Ok spy jelas saya kutipkan dr bible KJV:
21:5 And if the servant shall plainly say, I love my master, my wife, and my children; I will not go out free:
21:6 Then his master shall bring him unto the judges; he shall also bring him to the door, or unto the door post; and his master shall bore his ear through with an aul; and he shall serve him for ever.
21:7 And if a man sell his daughter to be a maidservant, she shall not go out as the menservants do.
21:8 If she please not her master, who hath betrothed her to himself, then shall he let her be redeemed: to sell her unto a strange nation he shall have no power, seeing he hath dealt deceitfully with her.
21:9 And if he have betrothed her unto his son, he shall deal with her after the manner of daughters.
21:10 If he take him another wife; her food, her raiment, and her duty of marriage, shall he not diminish.


Dari Holy Bible Revised Standard Version:
21:10 If he takes another wife to himself, he shall not diminish her food, her clothing, or her marital rights.


Dari bible versi KJV & RSV sangat jelas bahwa budak tsb dikawini lebih dahulu!!!
Sebenarnya dlm bhs indo di ayat 9 juga sudah jelas, budak tsb harus diperlakukan "spt anak2 perempuan berhak diperlakukan". Masa sih memperlakukan anak perempuan adalah dg memperbolehkan digauli tanpa nikah?

Sebenarnya anda mengutip kisah di PL juga kurang tepat. Kisah2 di PL spt Sulaiman beristri banyak tdk pernah menjadi panutan buat orang kristen sepanjang jaman. Beda dg muhammad yg menjadi panutan muslim sepanjang jaman.

Kalo anda ingin tahu panutan buat orang kristen sepanjang zaman ttg sex, inilah standar yg diperintahkan Yesus:
P. Baru: Matius:
5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Yesus membangkitkan orang mati.
Muhammad mematikan orang hidup.
F-22 Tamu
Suka
Suka
 
Posts: 230
Joined: 2008 09 02, 8:59

Postby maafkan » 2008 12 03, 10:35

F-22 Tamu wrote:
maafkan wrote:
F-22 Tamu wrote:Mbak maafkan, yg saya tanyakan bukan ttg kejadian setelah maria digauli oleh muhammad. Yang saya tanyakan adalah pd waktu maria digauli oleh muhammad di ranjang hafsah yg kemudian di-gap oleh hafsah yg membuatnya marah, saat itu apakah motivasi muhammad waktu menggauli maria?

Pertama, saya perlu mgnulang posting saya dihalaman 3 :
http://www.qurancomplex.org/Quran/tafse ... Aya=1#66_1
Dari keterangan diatas:( Tidak tertulis dalam 6 Kitab Hadits yang ada )
Rosul : jangan memberi kabar siapapun, sungguh Ibu Ibrahim haram atasku.
Hafsah : Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan ?
Rosul : Demi Allah, aku tidak akan mendekati Ibu Ibrahim, dan dia haram bagiku.
Rosul tidak mendekati Mariyah, hingga akhirnya Hafsah menceritakan kepada Aisyah, Maka turunlah ayat : " Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu "
Dari keterangan diatas dapat dimengerti ;
1. Hafsah justru terkejut dan bertanya:" Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan" ?
2. Rosul menyebut " Ibu Ibrahim" , artinya kisah kejadian ini setelah Mariyah melahirkan putranya ( Ibrahim).
3. Rosul bersumpah: "Demi Allah, aku tidak akan mendekatinya (Mariyah)".
4. Karena Rosul telah bersumpah mengharamkan yang halal, maka Allah menegurnya. (" Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu")

Memawajibkan untuk membebaskan sumpah artinya perintah membatalkan sumpah yang tidak "haq" dengan membayar kafarat atas sumpah yang dibatalkan tsb.
Silahkan baca dalam link yang saya tulis diatas.

Semua istri Rosul tahu dan sadar sepenuhnya bahwa, Budak halal bagi tuannya. Ini tidak berlaku bagi Rosul saja, tetapi juga bagi kaum muslimin maupun kafirin pada waktu itu.
Silahkan lihat yang aku kutipkan kembali diatas: kejadian di rumah Hafsah, adalah setelah Maria melahirkan putra Rosul. ( artinya bukan kali yang pertama Rosul menggauli Maria ). Bisa diketahui bahwa dahulu juga ketika Rosul menggauli Maria para istri Rosul tidak pernah ada masalah.
Sebenarnya Hafsah dan istri Rosul sebelum hari tsb telah menyimpan kekecewaan karena tuntutannya kepada Rosul untuk memberikan Uang belanja lebih, tidak bisa dipenuhi oleh Rosul.


Anda mengutip dari tafsir? Bgmn dg hadits di bawah ini? Kenapa hafsah ngambek berat ketika muhammad menggauli maria? Tidak tahukah hafsah kalo maria itu "halal" buat digauli muhammad?
Ibn Sa’d menulis:
Abu Bakar menceritakan bahwa sang Rasul (PBUH) telah melakukan hubungan seks dengan Mariyah dirumahnya Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di pintu depan (dibelakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada rasul, O Rasul Allah, kau lakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Rasul berkata, kontrol dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah mengharamkannya utkku. Hafsa berkata, aku tidak terima, kecuali kau bersumpah untuk itu bagiku. Rasul berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya (Mariyah) lagi.
Referensi: Ibn Sa’d, Tabaqat, Vol 8, hal. 195


F-22 Tamu wrote:Spy anda mengerti, baiklah saya akan membuat sedikit gambaran. Anda seorang wanita bukan? Misalnya anda sudah bersuami & di rumah anda mempunyai seorang pembantu yg cantik jelita & sexy. Suatu saat anda memergoki suami anda sedang bergumul dg pembantu anda tsb dlm keadaan telanjang bulat di ranjang pengantin anda. PADA SAAT ITU apa yg ada dlm pikiran anda ttg suami anda itu?

Sepertinya permasalahannya ada pada anda sendiri. Anda belum bisa membedakan Budak dengan pembantu.
Maria adalah Budak Rosul, dan budak halal bagi tuannya, artinya Maria halal bagi Rosul.
Apabila seorang suami menyetubuhi pembantu perempuannya ( bukan budaknya), tentu saja seorang istri sangat pantas bila marah, karena si suami telah berbuat dosa yaitu zina.
sepertinya juga anda berpikir bahwa sex itu kebutuhan laki-laki saja. Tentu tidak benar, budak perempuan juga membutuhkannya.
agar anda bisa lebih cepat jelas, saya ambil dari kitab suci anda sendiri :

KEJADIAN PASAL 21
7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.
10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

(Dalam hal menyetubuhi budakpun tidak boleh kurang frekwensinya, lantaran ada budak baru lagi).


Silahkan lihat ayat 10, apa yang bisa anda simpulkan ?
Kitab suci anda memerintahkan untuk tetap menyetubuhi budak dengan baik seperti semula,tidak menguranginya, sungguhpun tuannya mendapatkan budak perempuan baru lagi.

Revisi buat anda, ayat2 yg anda kutip di atas berasal dr kitab Keluaran, bukan Kejadian. Harap sebelum copas anda recheck dulu. :grin:
Ok spy jelas saya kutipkan dr bible KJV:
21:5 And if the servant shall plainly say, I love my master, my wife, and my children; I will not go out free:
21:6 Then his master shall bring him unto the judges; he shall also bring him to the door, or unto the door post; and his master shall bore his ear through with an aul; and he shall serve him for ever.
21:7 And if a man sell his daughter to be a maidservant, she shall not go out as the menservants do.
21:8 If she please not her master, who hath betrothed her to himself, then shall he let her be redeemed: to sell her unto a strange nation he shall have no power, seeing he hath dealt deceitfully with her.
21:9 And if he have betrothed her unto his son, he shall deal with her after the manner of daughters.
21:10 If he take him another wife; her food, her raiment, and her duty of marriage, shall he not diminish.


Dari Holy Bible Revised Standard Version:
21:10 If he takes another wife to himself, he shall not diminish her food, her clothing, or her marital rights.


Dari bible versi KJV & RSV sangat jelas bahwa budak tsb dikawini lebih dahulu!!!
Sebenarnya dlm bhs indo di ayat 9 juga sudah jelas, budak tsb harus diperlakukan "spt anak2 perempuan berhak diperlakukan". Masa sih memperlakukan anak perempuan adalah dg memperbolehkan digauli tanpa nikah?

Sebenarnya anda mengutip kisah di PL juga kurang tepat. Kisah2 di PL spt Sulaiman beristri banyak tdk pernah menjadi panutan buat orang kristen sepanjang jaman. Beda dg muhammad yg menjadi panutan muslim sepanjang jaman.

Kalo anda ingin tahu panutan buat orang kristen sepanjang zaman ttg sex, inilah standar yg diperintahkan Yesus:
P. Baru: Matius:
5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.


Yup,
maaf ,saya salah tulis. Anda benar ada di kitab keluaran.

F-22 wrote:Anda mengutip dari tafsir? Bgmn dg hadits di bawah ini? Kenapa hafsah ngambek berat ketika muhammad menggauli maria? Tidak tahukah hafsah kalo maria itu "halal" buat digauli muhammad?


Sepertinya anda seneng mengulang-ulang pertanyaan, padahal diatas sudah saya jawab. ( silahkan baca kembali postingan saya di halaman ini juga :Posted: Wed Dec 03, 2008 1:55 am )


F-22 wrote:Ibn Sa’d menulis:
Abu Bakar menceritakan bahwa sang Rasul (PBUH) telah melakukan hubungan seks dengan Mariyah dirumahnya Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di pintu depan (dibelakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada rasul, O Rasul Allah, kau lakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Rasul berkata, kontrol dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah mengharamkannya utkku. Hafsa berkata, aku tidak terima, kecuali kau bersumpah untuk itu bagiku. Rasul berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya (Mariyah) lagi.
Referensi: Ibn Sa’d, Tabaqat, Vol 8, hal. 195


Diatas bukan hadits ( tidak ada tertera dalam 6 kitab hadits).

Ibnu Sa'ad adalah sekretaris Waqidi, tulisan Waqidi dibilang oleh Imam syafi'i "tumpukan kebohongan", sebagaimana yang sudah saya posting juga 3 kali , untuk menjawab pertanyaan anda yang berulang-ulang juga.

Nggak kapok-kapok anda bawa tulisan dari Waqidi.

F-22 wrote:
bible KJV:

21:5 And if the servant shall plainly say, I love my master, my wife, and my children; I will not go out free:
21:6 Then his master shall bring him unto the judges; he shall also bring him to the door, or unto the door post; and his master shall bore his ear through with an aul; and he shall serve him for ever.
21:7 And if a man sell his daughter to be a maidservant, she shall not go out as the menservants do.
21:8 If she please not her master, who hath betrothed her to himself, then shall he let her be redeemed: to sell her unto a strange nation he shall have no power, seeing he hath dealt deceitfully with her.
21:9 And if he have betrothed her unto his son, he shall deal with her after the manner of daughters.
21:10 If he take him another wife; her food, her raiment, and her duty of marriage, shall he not diminish.


Dari Holy Bible Revised Standard Version:
21:10 If he takes another wife to himself, he shall not diminish her food, her clothing, or her marital rights.


Dari bible versi KJV & RSV sangat jelas bahwa budak tsb dikawini lebih dahulu!!!
Sebenarnya dlm bhs indo di ayat 9 juga sudah jelas, budak tsb harus diperlakukan "spt anak2 perempuan berhak diperlakukan". Masa sih memperlakukan anak perempuan adalah dg memperbolehkan digauli tanpa nikah?

Sebenarnya anda mengutip kisah di PL juga kurang tepat. Kisah2 di PL spt Sulaiman beristri banyak tdk pernah menjadi panutan buat orang kristen sepanjang jaman. Beda dg muhammad yg menjadi panutan muslim sepanjang jaman.

Kalo anda ingin tahu panutan buat orang kristen sepanjang zaman ttg sex, inilah standar yg diperintahkan Yesus:

P. Baru: Matius:
5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.


Sepintas saya lihat , anda masih Yunior dalam menangkap pesan Kitab Suci anda sendiri. ( mohon maaf bila saya salah kesan..... :lol: :lol: )

Untuk yang ini biar teman-teman "Ahli kitab" yang menanggapi pernyataan Sodara. :lol: :lol:


Silahkan....para "Ahli Kitab" untuk tampil maju.... :lol: :lol:
User avatar
maafkan
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1025
Joined: 2007 11 01, 4:50
Location: SEKOLAH RAKYAT

Postby love_peaceful3 » 2008 12 03, 11:16

kite2 dah pada pinter2 koq. adadeh aja yg kurang kerjaan..... pa lagi elo2 pade yg jelas2 dah nyadarin klu buku itu bercerita apa adanya, elo2 aja yg pura2 ga tau. dasar munafikirun
love_peaceful3
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 4
Joined: 2008 12 03, 10:50

Postby F-22 Tamu » 2008 12 03, 11:43

maafkan wrote:http://www.qurancomplex.org/Quran/tafse ... Aya=1#66_1
Dari keterangan diatas:( Tidak tertulis dalam 6 Kitab Hadits yang ada )
Rosul : jangan memberi kabar siapapun, sungguh Ibu Ibrahim haram atasku.
Hafsah : Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan ?
Rosul : Demi Allah, aku tidak akan mendekati Ibu Ibrahim, dan dia haram bagiku.
Rosul tidak mendekati Mariyah, hingga akhirnya Hafsah menceritakan kepada Aisyah, Maka turunlah ayat : " Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu "
Dari keterangan diatas dapat dimengerti ;
1. Hafsah justru terkejut dan bertanya:" Engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan" ?
2. Rosul menyebut " Ibu Ibrahim" , artinya kisah kejadian ini setelah Mariyah melahirkan putranya ( Ibrahim).
3. Rosul bersumpah: "Demi Allah, aku tidak akan mendekatinya (Mariyah)".
4. Karena Rosul telah bersumpah mengharamkan yang halal, maka Allah menegurnya. (" Allah telah mewajibkan kamu membebaskan sumpahmu")
F-22 wrote:Anda mengutip dari tafsir? Bgmn dg hadits di bawah ini? Kenapa hafsah ngambek berat ketika muhammad menggauli maria? Tidak tahukah hafsah kalo maria itu "halal" buat digauli muhammad?

Sepertinya anda seneng mengulang-ulang pertanyaan, padahal diatas sudah saya jawab. ( silahkan baca kembali postingan saya di halaman ini juga :Posted: Wed Dec 03, 2008 1:55 am )
F-22 wrote:Ibn Sa’d menulis:
Abu Bakar menceritakan bahwa sang Rasul (PBUH) telah melakukan hubungan seks dengan Mariyah dirumahnya Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di pintu depan (dibelakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada rasul, O Rasul Allah, kau lakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Rasul berkata, kontrol dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah mengharamkannya utkku. Hafsa berkata, aku tidak terima, kecuali kau bersumpah untuk itu bagiku. Rasul berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya (Mariyah) lagi.
Referensi: Ibn Sa’d, Tabaqat, Vol 8, hal. 195

Diatas bukan hadits ( tidak ada tertera dalam 6 kitab hadits).
Ibnu Sa'ad adalah sekretaris Waqidi, tulisan Waqidi dibilang oleh Imam syafi'i "tumpukan kebohongan", sebagaimana yang sudah saya posting juga 3 kali , untuk menjawab pertanyaan anda yang berulang-ulang juga.
Nggak kapok-kapok anda bawa tulisan dari Waqidi.

Ok, pertama soal kutipan anda dari tafsir quran di atas. Adakah hadits yg mendukung tafsiran tsb di atas? Itu lho mbak, soal muhammad waktu menggauli maria di ranjang hafsah, apakah maria sudah mempunyai anak dari muhammad? Tolong anda sebutkan haditsnya kalo ada.

Kedua soal waqidi, memang betul ada fakta bahwa syafii mempunyai PENDAPAT kalo waqidi itu bohong. Ingat ini masih PENDAPAT lho. Apakah PENDAPAT = KEBENARAN? Adakah BUKTI kalo waqidi bohong? Adakah bukti kalo waqidi itu anti islam & anti muhammad sehingga dia sengaja menjelek2kan muhammad? Apa alasan waqidi berbohong dg menjelek2kan nabinya sendiri? Bukankah wagidi juga beragama islam?

Sepintas saya lihat , anda masih Yunior dalam menangkap pesan Kitab Suci anda sendiri. ( mohon maaf bila saya salah kesan..... :lol: :lol: )
Untuk yang ini biar teman-teman "Ahli kitab" yang menanggapi pernyataan Sodara. :lol: :lol:
Silahkan....para "Ahli Kitab" untuk tampil maju.... :lol: :lol:

xi xi xi .... mbak mbak anda ini bener2 menggemaskan saja. :grin: Gimana mbak maafkan, soal ayat2 di Keluaran tsb, seorang budak sebelum digenjot perlu dikawini dulu atau nggak? :grin:
Yesus membangkitkan orang mati.
Muhammad mematikan orang hidup.
F-22 Tamu
Suka
Suka
 
Posts: 230
Joined: 2008 09 02, 8:59

Postby Panzerfausted » 2008 12 04, 9:31

F-22 Tamu wrote:Revisi buat anda, ayat2 yg anda kutip di atas berasal dr kitab Keluaran, bukan Kejadian. Harap sebelum copas anda recheck dulu. :grin:
Ok spy jelas saya kutipkan dr bible KJV:
21:5 And if the servant shall plainly say, I love my master, my wife, and my children; I will not go out free:
21:6 Then his master shall bring him unto the judges; he shall also bring him to the door, or unto the door post; and his master shall bore his ear through with an aul; and he shall serve him for ever.
21:7 And if a man sell his daughter to be a maidservant, she shall not go out as the menservants do.
21:8 If she please not her master, who hath betrothed her to himself, then shall he let her be redeemed: to sell her unto a strange nation he shall have no power, seeing he hath dealt deceitfully with her.
21:9 And if he have betrothed her unto his son, he shall deal with her after the manner of daughters.
21:10 If he take him another wife; her food, her raiment, and her duty of marriage, shall he not diminish.


Dari Holy Bible Revised Standard Version:
21:10 If he takes another wife to himself, he shall not diminish her food, her clothing, or her marital rights.


Dari bible versi KJV & RSV sangat jelas bahwa budak tsb dikawini lebih dahulu!!!
Sebenarnya dlm bhs indo di ayat 9 juga sudah jelas, budak tsb harus diperlakukan "spt anak2 perempuan berhak diperlakukan". Masa sih memperlakukan anak perempuan adalah dg memperbolehkan digauli tanpa nikah?




xi xi xi .... mbak mbak anda ini bener2 menggemaskan saja. Gimana mbak maafkan, soal ayat2 di Keluaran tsb, seorang budak sebelum digenjot perlu dikawini dulu atau nggak?


Kalo gw sih pgn tau teks asli bahasa ibraninya. Si F-22 seneng banget ngutip KJV atau RSV, seolah2 alkitab itu bahasa aslinya adalah bahasa inggris.

Mungkin bisa minta bantuan moshiach...
Tiada gunanya berdebat berlarut-larut tentang masalah agama dan ketuhanan dengan orang-orang yang bersikeras menganggap Allah SWT adalah tokoh fiktif ciptaan Muhammad.
Panzerfausted
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1441
Joined: 2007 11 12, 8:51

Postby maafkan » 2008 12 04, 9:55

F-22 Tamu wrote:Ok, pertama soal kutipan anda dari tafsir quran di atas. Adakah hadits yg mendukung tafsiran tsb di atas? Itu lho mbak, soal muhammad waktu menggauli maria di ranjang hafsah, apakah maria sudah mempunyai anak dari muhammad? Tolong anda sebutkan haditsnya kalo ada.

Kedua soal waqidi, memang betul ada fakta bahwa syafii mempunyai PENDAPAT kalo waqidi itu bohong. Ingat ini masih PENDAPAT lho. Apakah PENDAPAT = KEBENARAN? Adakah BUKTI kalo waqidi bohong? Adakah bukti kalo waqidi itu anti islam & anti muhammad sehingga dia sengaja menjelek2kan muhammad? Apa alasan waqidi berbohong dg menjelek2kan nabinya sendiri? Bukankah wagidi juga beragama islam?


Silahkan baca, semoga bisa dimengerti :

http://muslim-responses.com/Safiyyah/Safiyyah

According to al-Waqidi: In this year the Messenger of God married Mulaykah bt. Dawud al-Laythiyyah. One of the Prophet's wives came to Mulaykah and said to her, "Are you not ashamed to marry a man who killed your father?" She therefore "took refuge [in God]" from him. She was beautiful and young. The Messenger of God separated from her. He had killed her father the day of the conquest of Mecca. (The History of al-Tabari: The Victory of Islam, Translated by Michael Fishbein, Volume VIII (8), p. 187; underline emphasis ours)



Note how I highlight the person narrating this story. Now I want everyone to see what Shamoun said about this very person in one of his articles...



Interestingly, the authors didn't refer to the more popular name of the narrator. They mention the name "Muhammad Ibn ?Umar" but didn't indicate to the reader that this man is more popularly known as al-Waqidi. What is the Muslim verdict about this man?

Abd Allah Ibn Ali al Madini and his father said: "Al-Waqidi has 20,000 Hadith I never heard of." And then he said: "His narration shouldn't be used" and considered it weak.

Yahya Ibn Muaen said: "Al-Waqidi said 20,000 false hadith about the prophet."

Al-Shafi'i said, "Al-Waqidi is a liar."

Ibn Hanbal said, "Al-Waqidi is a liar."

Al-Bukhari said he didn't write a single letter by Al-Waqidi. (Siar Aalam al nublaa - althagbi - biography of Al-Waqidi)

The following Muslim author writes:

As a report of history, this narration suffers from two fatally serious defects. The first is the UNIVERSALLY RECOGNISED UNTRUSTWORTHINESS OF AL-WAQIDI. Details of his unreliability as a narrator would probably fill several pages, but all of it may be suitably condensed into a statement by Imam ash-Shafi'ee, who was his contemporary, and who knew him personally. Ash-Shafi'ee has the following to say: "In Madeenah there were seven people who used to forge chains of narration. One of them was al-Waqidi."3 (Sources: http://www.allaahuakbar.net/shiites/vic ... hiia-2.htm and http://www.ansar.org/english/hasan.htm; bold emphasis ours)

Others say:

Al-Waqidi (130/747-207/822-23), who wrote over twenty works of an historical nature, but only the Kitab al-Maghazi has survived as an independent work. His reputation is marred by the fact that he relied upon story tellers; viz., those who embellished the stories of others. Al-Waqidi did such embellish, such as by adding dates and other details onto the account of Ibn Ishaq (at pages 25-29) (http://jeromekahn123.tripod.com/enlightenment/id3.html)

Even the English translator of Ibn Sa'd's work had this to say about al-Waqidi:

... The chain of the narrators is not reliable because the person who narrated to Ibn Sa'd was Waqidi WHO IS NOTORIOUS AS A NARRATOR OF FABRICATED hadithes. The next one Ya'qub is unknown and 'Abd Allah Ibn 'Abd al-Rahman is not a Companion. Consequently this narration is not trustworthy. (Ibn Sa'd's Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir, Volume I, English translation by S. Moinul Haq, M.A., PH.D assisted by H.K. Ghazanfar M.A. [Kitab Bhavan Exporters & Importers, 1784 Kalan Mahal, Daryaganj, New Delhi, 110 002 India], p. 152, fn. 2; capital emphasis ours)

And the list goes on of those who called him a liar.

Al-Waqidi was also one of those that narrated the story of the Satanic Verses. The most amazing part of this is that the authors' friend, MENJ has a response on the same web site where this rebuttal appears from G.F. Haddad seeking to deny the historicity of the Satanic Verses where he calls into question al-Waqidi's reliability! Here is what Haddad says about al-Waqidi:

[(*) Muhammad ibn `Umar al-Waqidi (d. 207), Ahmad ibn Hanbal said of him: "He is A LIAR." Al-Bukhari and Abu Hatim al-Razi said: "DISCARDED." Ibn `Adi said: "His narrations ARE NOT RETAINED, AND THEIR BANE COMES FROM HIM." Ibn al-Madini said: "HE FORGES HADITHS." Al-Dhahabi said: "CONSENSUS HAS SETTLED OVER HIS DEBILITY." Mizan al-I`tidal (3:662-666 #7993).] (Source: http://bismikaallahuma.org/Polemics/haddad.htm; capital emphasis ours)

It seems that when it is convenient the authors will quote al-Waqidi to support their position, discarding the Muslim scholarly opinion regarding his unreliability. When al-Waqidi fails to serve their purpose the authors are only too glad to call him into question. What is also interesting is the authors' use of Ibn Sa'd. In this article, Azmy claims that Mohammad's murders of Abu Afak and Asma bint Marwan, both of which are reported by Ibn Sa'd, are not historical because they do not have isnads. However, we see that Ibn Sa'd is suddenly reliable here since he provides information about an alleged tradition regarding breast milk being placed into containers. This appears to be once again a case of the authors' arbitrarily accepting and rejecting information from their sources, and doing so in whatever way that they feel best suits their purposes. Utilizing such a double standard and practicing such inconsistency appear to be rather hypocritical and neither this paper nor this Muslim site will have much of a chance to get a recommendation for scholarly integrity (cf. also the appendix on plagiarism).

However, we do need to put this in perspective. Al-Waqidi may have been considered a liar without this necessarily implying that everything he reported was a lie. As the following Muslim writes:

Al-Waqidi is reliable for purely historical reports. Ahl al-Hadith consider him too honest and too rich a source to be discarded especially in light of Ibn Sa`d's accreditation, which lent him huge credit--but they unanimously discard him with regard to ahkam reports which are uncorroborated by other narrators e.g. wiggling the index finger in Salat. It is the latter category they meant when they called him a liar, i.e. thoroughly unreliable and/or inaccurate in his isnads, not at all that he was dishonest. Al-Dhahabi said: "I have no doubt in his sidq." And Allah knows best. (Source: http://mac.abc.se/home/onesr/f/Al-Waqid ... 0Sira.htm; bold emphasis ours)

F-22 wrote:xi xi xi .... mbak mbak anda ini bener2 menggemaskan saja. :grin: Gimana mbak maafkan, soal ayat2 di Keluaran tsb, seorang budak sebelum digenjot perlu dikawini dulu atau nggak? :grin:


Jujur saja, aku nggak tega bahas keluaran : 21 diatas, ( saya punya kesan, anda Masih "Yunior" dalam menanangkap pesan Al - Kitab)

Oleh karena-nya saya mempersilahkan neter lain ( "Ahli Kitab") untuk menanggapi...

Tetapi bila anda maksa saya, saya akan berusaha melayani anda dengan sebaik-baiknya.... :lol:
User avatar
maafkan
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1025
Joined: 2007 11 01, 4:50
Location: SEKOLAH RAKYAT

PreviousNext

Return to Muhammad

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests




eXTReMe Tracker