F-22 Tamu wrote:Sdr F-22,
Bukankah di Page satu sudah dijelaskan siapa Waqidi ?
baiklah ini aku postingkan ulang :
Atas dasar apa tulisan Wagidi diragukan? Kalo soal ragu-meragukan banyak koq muslim yg saling meragukan. Anda tahu banyak muslim yg meragukan sebagian dr hadits shahih bukhari? Banyak koq muslim yg mengatakan sebagian hadits bukhari itu dhoif.
Imam Syafi'i yang hidup sejaman dengan Waqidi, Imam Syafi'i yang mengatakan bahwa Tulisan Waqidi adalah tumpukan kebohongan.
Name: Abu `Abdillah Muhammad Ibn Omar Ibn Waqid al al-Aslami
Title: Al-Waqidi
Birth: 748
Death: 822
Name: Muhammad ibn Idris ash-Shafi`i
Title: Imam al-Shafi'i
Birth: 767
Death: 820
disini linknya :
http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Waqidi
F-22 Tamu wrote:Mbak maafkan, terus terang soal moral muhammad ini menjadi pertanyaan besar buat saya. Ambil contoh soal maria ini. Muhammad mempunyai bini banyak.
Moral yang mana Bung ?
Menggauli Budak ?
kan diatas sudah saya postingkan:
Kitab suci Islam : Budak halal bagi tuannya.
Kitab suci Kristen : Budak halal bagi tuannya.
Silahkan lihat kitab Suci anda : anak - anak Yakub yang 12 , ( yang menurunkan 12 suku Bani Israel ), lahir dari Budak perempuan Yakub, atau lahir dari istrinya ?
Perihal Istri Muhammad yang banyak, saya ambil contoh satu kasus yang ini :
Muslim :: Book 9 : Hadith 3507 wrote:
Hadis riwayat Umar bin Khathab ra.:
Ketika Nabi saw. tidak menggauli istri-istrinya, beliau berkata: Aku memasuki mesjid, lalu aku melihat orang-orang memukulkan tanah dengan batu-batu kerikil sambil berkata: Rasulullah saw. telah menceraikan istri-istrinya.
Hal itu terjadi sebelum para istri nabi diperintahkan memakai hijab. Umar berkata: Aku berkata: Aku harus mengetahui kejadian sebenarnya hari ini! Maka aku mendatangi Aisyah ra.
dan bertanya: Wahai putri Abu Bakar, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.?
Aisyah ra. menjawab: Apa urusanmu denganku, wahai putra Khathab! Nasihatilah putrimu sendiri!
Maka setelah itu aku langsung menemui Hafshah binti Umar dan aku katakan kepadanya: Wahai Hafshah, sudah puaskah kamu menyakiti Rasulullah saw.?
[size=24]Demi Allah, sesungguhnya kamu tahu bahwa Rasulullah saw. tidak menyukaimu. Seandainya bukan karena aku, niscaya Rasulullah saw. sudah menceraikanmu. Maka menangislah Hafshah sekuat-kuatnya.
Aku bertanya: Di manakah Rasulullah saw. sekarang berada?
Ia menjawab: Di tempatnya di kamar atas. Aku segera masuk, namun ternyata di sana telah berada Rabah, pelayan Rasulullah saw. yang sedang duduk di ambang pintu kamar atas sambil menggantungkan kedua kakinya pada tangga kayu yang digunakan Rasulullah untuk naik-turun.
................[/size]
Sdr. F-22,
Pernikahan Muhammad dengan Hafsah bukan hanya didasari nafsu semata, tetapi banyak pertibamngan lainnya, misalnya Unsur Politis, yaitu untuk mempererat persahabatan dengan Umar.
Istri-istri Rosul adalah juga simbol / rekonsiliasi kekuatan-kekuatan yang ada waktu itu.
Contoh istri Rosul lainnya : Ummu Habibah adalah anak Abu Sopyan, dedengkot / petinggi kafir Quraisy.
F-22 Tamu wrote:Bahkan dlm hadits pun dikatakan kalo muhammad mempunyai kekuatan (libido) setara dg 30 laki2. Dan maria pun adalah seorang perempuan yg cantik jelita.
Yup, kalo baca hadits tetg kekuatan sex , tolong juga baca hadits ini :
Bukhari :: Book 1 :: Volume 6 :: Hadith 299
Narrated 'Abdur-Rahman bin Al-Aswad:
(on the authority of his father) 'Aisha said: "Whenever Allah's Apostle wanted to fondle anyone of us during her periods (menses), he used to order her to put on an Izar and start fondling her." 'Aisha added, "None of you could control his sexual desires as the Prophet could."
Tidak ada seorangpun yang dapat mengendalikan hasrat sex-nya seperti halnya Muhammad mengendalikan.
F-22 Tamu wrote:Mnrt anda, kenapa tidak mungkin muhammad menggauli maria krn alasan nafsu sex semata?
Kita main di tataran logika saja :
Bila seorang laki-laki yang menggauli wanita hanya untuk urusan sex semata, apakah si laki-laki senang bila mendengar pasangannya hamil ?
jawaban : Tidak, si laki-laki akan lari kabur atau minta pasangannya untuk menggugurkan kandungannya.
Apa yang terjadi dengan Rosul ?
Ketika Maria Hamil dan melahirkan, Rosul sangat senang atas kelahiran putranya ( Ibrahim bin Muhammad).
Apa yang terjadi dengan Maria setelah Rosul Wafat ?
Maria, yang dulu beragama Kristen, makin khusuk/mengkhususkan diri dalam sholat / Ibadahnya, hingga wafatnya di Madinah.
Bila Maria merasakan bahwa perlakuan Rosul ada yang tidak pantas, pastilah dia makin kuat dalam memegang teguh agamanya ( kristen), tidak berpindah menjadi muslimat.
Bila Maria merasakan bahwa Rosul bukanlah suami yang baik, setelah Rosul wafat, tentu dia akan memilih kembali ke Mesir. ( Maria adalah wanita terhormat di kalangan Istana Raja Mauquqis(kerajaan Mesir) , yang kemudian oleh Mauquqis di berikan kepada Muhammad sebagai hadiah).
Demikian ,
semoga bisa dimengerti.





