Pembawa Pedang wrote:siapakah kita?
Suatu ketika Einstein ditanya oleh seseorang, "Apakah yang ingin kau minta bila suatu saat bertemu dengan Tuhan ?"
"Aku akan minta jawaban atas pertanyaanku : Tuhan, bagaimana Engkau menciptakan alam semesta ?"
Namun dengan cepat Einstein meralatnya, "Ah tidak,… Aku akan bertanya : Tuhan, mengapa Engkau ciptakan alam semesta ? Dengan demikian aku akan tahu, untuk apa aku Engkau ciptakan.."
PP
Fisika Klasik menganggap alam semesta ini adalah sebuah mesin raksasa yang komplex namun taat pada aturan dan hukum yang berlaku. Kalau saja kita mengetahui cara kerja mesin ini, maka kita dapat meramalkan tabiatnya. Kurang lebih begitulah. Namun munculnya Prinsip ketidak pastian dari Heisenberg, meruntuhkan kepercayaan ini. Alam semesta tidak sedeterministik yang dibayangkan sebelumnya. Selalu terdapat ketidak pastian dari setiap apa yang ingin kita ukur atau ketahui kondisinya secara eksak.
Einstein yang percaya bahwa alam semesta ini deterministik sangat menentang prinsip ini. "Tuhan tidak bermain dadu" kalimat tersebut mengungkapkan ketidak setujuannya pada prinsip ketidak pastian.
... hehehe




